Rabu, 25 Maret 2015

Tidak Lagi Minum Susu

Salah satu kebahagiaan orang tua adalah menyaksikan bayinya tumbuh normal dan sehat. Ketika bayi baru lahir, ia hanya dapat minum susu. Namun, ketika usia bayi melewati bulan dan tahun, maka orang tua mulai melatih bayi dengan memberi makanan lain, mulai dari bubur, nasi, buah, sayuran, dan daging, yang tentu saja semuanya itu masih tetap harus diperhatikan kelunakannya agar mudah dicerna.
Ketika bayi mulai memasuki masa anak-anak, ia dilatih untuk mampu mengkonsumsi makanan yang lebih keras, yang biasa dimakan orang dewasa.

Ibrani 5:13
"Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil."

Penulis Surat Ibrani memberi ilustrasi mengenai orang Kristen yang masih minum susu seperti anak kecil. Ini bukan berarti susu makanan yang tidak penting. Penulis Surat Ibrani hendak menegur para pengikut Kristus agar mereka tidak mengalami kemandekan iman.
Sebagai orang Kristen, mestinya kita tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal sepele yang bisa menyita banyak waktu kita. Kita harus belajar mengelola hal-hal sulit yang berkaitan dengan iman kita.

Bersedia menjadi orang Kristen berarti bersedia pula untuk menjalani proses terus menerus dalam menjadi orang yang makin hari semakin dewasa dalam iman. Itu artinya kita tidak boleh berhenti dalam belajar. Belajar bukan hanya dalam pemahaman, tetapi terutama juga dalam bersikap, berucap dan bertindak. Kita belajar untuk bisa menerima dan mengelola berbagai persoalan yang hadir dalam kehidupan kita. Masihkah kita setia untuk terus belajar menjadi orang Kristen? Atau jangan-jangan kita sudah berhenti selama ini?

✽ Menjadi orang Kristen dewasa adalah menjadi orang yang tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi orang Kristen ✽

Selamat belajar untuk bertumbuh dewasa dalam iman para sahabat.., Shalom (שלום)
We love JESUS and you, GOD bless you all...
 Sumber : Fanspage sahabat doa


0 komentar:

Posting Komentar